jelajah

3 Teori Siapa yang Membawa Islam Masuk ke Wilayah Nusantara, Teori ke-2 Didukung Buya Hamka

Sabtu, 16 November 2024 | 13:00 WIB
Ilustrasi masuknya Islam ke wilayah Nusantara . (Pixabay/xisdom)

Marcopolo merupakan seorang pedagang dari Venesia Italia yang menyatakan pernah singgah di Perlak Aceh pada tahun 1292 dan dalam catatannya ia mengatakan penduduk Perlak saat itu beragama islam. 

Marcopolo menyatakan bahwa pada saat itu pedagang-pedagang India aktif dalam penyebaran Islam.

2. Teori Mekah

Teori Mekah didukung oleh Buya Hamka dan JC Van Leur di mana menurut teori Mekah Islam telah masuk ke Nusantara sekitar abad ke 7 yang dibawa langsung oleh pedagang Arab.

Dasar teori ini berdasarkan adanya pemukiman islam pada tahun 674 di Pantai Baros, pantai sebelah barat Sumatera. Para pedagang Arab tersebut juga melakukan pernikahan dengan penduduk lokal sehingga agama islam semakin menyebar di Nusantara.

Menurut Buya Hamka kedatangan awal bangsa Arab ke Nusantara tidak dipengaruhi oleh faktor ekonomi, namun lebih kepada motivasi dan dorongan untuk menyebarkan agama Islam.

Menyanggah teori Gujarat, menurut teori Mekah, sultan-sultan Samudera Pasai menggunakan gelar Al Malik merupakan gelar yang lazim digunakan di Mesir pada saat itu.

3. Teori Persia

Teori Persia didukung oleh Hoesein Djajadiningrat dan Umar Amir Husen yang menyatakan bahwa islam dibaaa masuk oleh orang-orang Persia pada Abad ke 13.

Hal itu berdasarkan pernyataan kalangan ahli sejarah yang sering menyebut kepulauan Nusantara sebagai bagian dari wilayah operasi dakwah dan wilayah dagang kerajaan Persia di masa lalu.

Bukti pendukung dari Teori Persia adalah adanya Upacara Tabot (Tabuik) yang diperingati setiap tanggal 10 Muharram di Bengkulu dan Sumatera Barat untuk memperingati wafatnya Hasan bin Ali dan Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad.

Perayaan diatas disebut pula Perayaan Asyura, yang merupakan perayaan ritual tahunan di Persia. Tradisi dan lambang-lambang yang ditampilkan dalam upacara Tabot memiliki kesamaan dengan tradisi di Persia.

Selain itu perayaan Maulid Nabi yang biasa dirayakan di Persia juag memiliki kesamaan dengan tradisi perayaan yang ada di Lompoa Cikoang Takalar Sulawesi Selatan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Tags

Terkini