SketsaNusantara.id - Bicara soal kuliner di Nusantara bukanlah sekadar rasa. Namun, ada kisah-kisah sejarah dan budaya yang tersimpan di balik resep warisan nenek moyang.
Setiap hidangan menyimpan cerita, menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Salah satunya adalah sup jagung khas Gorontalo dari Pulau Sulawesi.
Sup jagung ini menyimpan lebih dari sekadar nutrisi, tetapi juga simbol perdamaian.
Baca Juga: 9 Bisnis Prilly Latuconsina, Mulai Kuliner hingga Jualan Batu Bertuah, Apa Saja?
Berkat hidangan ini, 2 kerajaan yang dahulu sering bertikai, disatukan dengan harmonis.
Sup jagung ini dikenal sebagai binte biluhuta, sebuah sajian khas Gorontalo.
Wilayah ini dikenal sebagai salah satu lumbung jagung di bumi Indonesia.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Indonesia.go.id, provinsi ini menghasilkan hampir 1 juta ton jagung pada 2020.
Uniknya, ada filosofi mengenai persatuan dan perdamaian di sup jagung ini.
Dilihat dari asal-usul bahasanya, “binte” atau “milu” berarti “jagung,” sementara “biluhuta” berarti “disiram.”
Jadi, binte biluhuta dapat diartikan sebagai “hidangan berbahan dasar jagung yang disiram kuah.”
Konsep hidangan ini serupa dengan sup, dengan pipilan jagung sebagai bahan utamanya.