jelajah

Demak Bukan Kerajaan Islam Tertua di Jawa, Ada Bukti Tembok Benteng 10 KM Terselip di Balik Jember dan Probolinggo

Senin, 4 November 2024 | 12:00 WIB
Siapa bilang Demak adalah kerajaan Islam tertua di Pulau Jawa? Di Jawa Timur, ada bukti yang menguatkan kerajaan lain sebagai pendahulu Raden Patah. (Pexels.com/Mehmet Turgut Kirkgoz)

Kerajaan Lumajang, atau yang sering disebut Lamajang Tigang Juru, adalah salah satu kerajaan kuno di Jawa Timur yang memiliki sejarah panjang dan pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Nusantara.

Baca Juga: Amalan Sunan Kalijaga, Penarik Rezeki hingga Mendatangkan Kemuliaan, Karomah Wali Songo yang Dimakamkan di Demak?

Berdiri sejak zaman Kerajaan Singasari, Lumajang telah menunjukkan eksistensinya melalui catatan sejarah dan peninggalan arkeologis.

Terletak di wilayah yang kini dikenal sebagai Kabupaten Lumajang, kerajaan ini diperkirakan mencapai puncak kejayaannya sekitar abad ke-13 hingga ke-14.

Di wilayah Lumajang, terdapat Situs Biting yang menjadi bukti penting dari masa itu.

Baca Juga: Masjid Sekayu Semarang, Salah Satu Rumah Ibadah Tertua di Jawa Tengah Berusia Ratusan Tahun, Lebih dari Umur Masjid Demak?

Situs ini mencakup area seluas 135 hektar, dengan tembok benteng sepanjang 10 kilometer yang mengelilingi pusat kota.

Dalam penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta, ditemukan bahwa benteng ini adalah peninggalan Kerajaan Lamajang Tigang Juru, yang diperintah Sri Prabu Arya Wiraraja, pemimpin dari keturunan raja-raja Islam Jawa.

Makam Arya Wiraraja, yang dijuluki makam Biting, masih dianggap sakral oleh masyarakat sekitar dan kerap dikunjungi keturunannya.

Selain Lumajang, Surabaya dan Tuban juga sudah menjadi pusat pemerintahan Islam sebelum Demak.

Nama "Lembu" yang digunakan oleh Aria Lembu Sura di Surabaya menunjukkan status bangsawan, sementara wilayah Surabaya dan Tuban sudah aktif dalam jaringan kerajaan Islam di Jawa.

Data ini mengindikasikan bahwa kekuatan Islam di Jawa lebih dulu berkembang melalui jaringan kerajaan yang saling terkait.

Dengan memahami bukti sejarah ini, kita dapat melihat bahwa perkembangan Islam di Jawa tidak dimulai dari konflik internal antara Demak dan Majapahit.

Islam menyebar melalui jaringan kerajaan yang telah lama eksis, di mana kerajaan-kerajaan seperti Giri, Lumajang, dan Surabaya memainkan peran penting.

Sejarah Islam di Jawa lebih kompleks dan mencerminkan hubungan kuat antara pusat-pusat kekuasaan lokal.

Halaman:

Tags

Terkini