jelajah

Keunikan Pemandian Banyu Biru yang Dipercaya Pernah Disinggahi Raja Hayam Wuruk, Konon Airnya Mujarab Saat Mandi di Waktu Tertentu!

Rabu, 9 Oktober 2024 | 21:30 WIB
Pemandian Banyu Biru di Pasuruan. (instagram.com/@amazing_pasuruan)

SketsaNusantara.id- Pemandian Banyu Biru merupakan objek wisata renang dari alam yang terletak di Desa Sumberejo, Kecamatan Wingongan, Kabupaten Pasuruan.

Pemandian Banyu Biru ini mempunyai 4 kolam renang, dimana dua di antaranya kolam dengan air yang sangat jernih dan berwarna agak kebiru-biruan.

Hal itulah yang menyebabkan pemandian ini diberi nama "Banyu Biru" yang artinya "air biru", sebelumnya diketahui bernama "Telaga Wilis".

Baca Juga: Kisah dan Misteri yang Terselip di Situs Pemandian Tertua 'Cibulan', Konon Dihuni Ikan Jelmaan...

Sebelum dikenal dengan sebutan Banyu Biru, pemandian alam yang terletak di Pasuruan ini dinamakan Telaga Wilis.

Ojek wisata Banyu Biru tersebut juga tersedia kolam renang buatan yang lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti tempat bermain, panggung, lapangan tenis, stand pameran, serta kolam ikan.

Ternyata, keberadaan Pemandian Alam Banyu Biru telah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda di Nusantara yang dikutip SketsaNusantara.id dari website www.pasuruankab.go.id.

Baca Juga: Fungsi Petirtaan Belahan yang Dikenal Sebagai Situs Pemandian Kuno di Pasuruan, Konon Berkaitan dengan Selir Raja Airlangga?

Hal tersebut dapat terlihat dari ditemukannya berbagai foto lawas pada tahun 1900-an yang dapat dilihat di koleksi KILTV dan Tropen Museum Belanda.

Selain itu, objek wisata ini mempunyai ciri khas atau keunikannya sendiri dimana pemandian yang tersedia bukanlah kolam renang buatan manusia, namun berasal sumber mata air alami yang warnanya biru jernih.

Kolam Banyu Biru juga dihuni oleh banyak ikan sengkaring yakni sejenis wader dan konon ikan tersebut bisa tumbuh hingga mencapai panjang lebih dari 1 meter.

Baca Juga: Dulu Tempat Pemandian Para Raja, Sekarang Jadi Destinasi Wisata, Inilah Candi Umbul Warisan Kerajaan Mataram Kuno Abad ke-8

Sementara itu di sudut area pemandian, ditemukan beberapa sisa arca yang kini telah dikumpulkan dan diidentifikasi oleh arkeolog Belanda sejak tahun 1929.

Ada juga peninggalan lainnya yang tak kalah menarik yakni keberadaan Kala yang diperkirakan sebagai salah satu bagian dari struktur sebuah candi.

Halaman:

Tags

Terkini