jelajah

Prasasti Jaring, Peninggalan Kerajaan Kediri Yang di Temukan di Blitar Jawa Timur

Minggu, 6 Oktober 2024 | 21:00 WIB
Prasasti Jaring yang ditemukan di Blitar Jawa Timur (Kemdikbud.go.id)

SketsaNusantara.id - Pada tahun 1814, Thomas Raffles menemukan sebuah prasasti di daerah Hutan Lodaya, Jawa Timur.

Setelah diteliti, prasasti ini merupakan salah satu bukti penting dari keberadaan Kerajaan Kediri yang berfungsi sebagai dokumen resmi yang mencatat berbagai aspek kehidupan dan pemerintahan pada masa itu.

Prasasti ini kemudian disebut sebagi Prasasti Jaring yang terbuat dari batu dan berisi tulisan yang menggunakan Aksara Kawi. 

Baca Juga: Makna Mendalam yang Terkandung pada Relief Candi Tegowangi Asal Kediri, Ternyata Mengisahkan Tentang Ini...

Dilansir dari SketsaNusantara.id laman kemdikbud.go.id, Prasasti Jaring berisi tentang dikabulkannya segela keinginan penduduk Desa Jaring oleh Senopati Sarawajala.

Prasasti Jaring merupakan peninggalan sejarah yang dikeluarkan oleh Raja Sri Gandra. 

Prasasti ini ditujukan untuk mengukuhkan pengabulan permohonan masyarakat Desa Jaring yang disampaikan melalui Senopati Sarawajala.

Baca Juga: Dibangun Pada Awal Kekuasaan Kerajaan Majapahit, Inilah Candi Kotes di Blitar yang Merupakan Anugerah dari Raden Wijaya

Dalam prasasti tersebut, tercatat bahwa penduduk Jaring telah meminta anugerah dari raja sebelumnya, Sri Aryeswara, yang belum terwujud.

Permohonan ini akhirnya dikabulkan oleh Raja Sri Gandra pada tanggal 19 November 1181  

Isi dari Prasasti Jaring tidak hanya mencakup pengabulan permohonan, tetapi juga mencerminkan struktur sosial dan kepangkatan di kalangan pejabat kerajaan. 

Baca Juga: Muncul Sekitar Tahun 1800-an, Inilah Candi Klotok Peninggalan Kerajaan Kediri untuk Bertapa

Dalam prasasti ini, terdapat penggunaan nama-nama hewan sebagai simbol pangkat, seperti Menjangan Puguh, Lembu Agra, dan Macan Kuning.

Penggunaan nama-nama ini menunjukkan hierarki dan status di dalam pemerintahan  

Halaman:

Tags

Terkini