SketsaNusantara.id- Laksamana (Tit.) Dr. Johannes Leimena adalah pria asal Ambon, Maluku dan dikenal sebagai dokter, politisi, serta Pahlawan Nasional Indonesia.
Johannes Leimena lahir pada 6 Maret 1905 dengan latar belakang keluarga Kristen dan kedua orang tua yang bekerja sebagai guru.
Selain itu, Johannes Leimena adalah salah satu tokoh pergerakan Indonesia yakni sebagai anggota Jong Ambon dan panitia Kongres Pemuda Pertama serta Kedua.
Baca Juga: Tragis, Misteri Kematian Kyai Asal Pamekasan! Jadi Korban Bringasnya Kekejaman Antek-Antek PKI
Mengenai kehidupannya, saat masih belia ia pindah ke Cimahi pada tahun 1914, setelah itu melanjutkan pendidikannya di Batavia.
Johannes Leimena memilih untuk menimba ilmu di STOVIA dan aktif di olahraga sepakbola.
Bahkan, beberapa kali dirinya sering ikut tim sepakbola STOVIA yang pada zaman itu bergabung dengan sejumlah klub lokal.
Setelah lulus dari STOVIA pada tahun 1930, Leimena bekerja di berbagai rumah sakit di Batavia sebelum ia pindah ke Bandung.
Selama masa pendudukan Jepang, ia menjabat sebagai direktur rumah sakit di wilayah Purwakarta dan Tangerang.
Saat Leimena sedang bertugas di Bandung, dirinya bertemu dengan sang istri yakni Wijarsih Prawiradilaga.
Baca Juga: PKI Terbukti Kejam! Detik-Detik Gugurnya Kyai Imam Besar di Masjid Trenggalek, Sampai Diseret-Seret
Pasangan tersebut akhirnya menikah dan dikaruniai 8 orang anak yang terdiri dari empat anak laki-laki dan empat anak perempuan.
Putri bungsunya, Melani Leimena Suharli juga sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk periode tahun 2009 hingga 2014 yang dikutip SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.