Ia berguru kepada KH Abdullah Sajjad Syarqawi dan KH Moh Ilyas Syarqawi. Pendidikannya dilanjutkan ke Ponpes Tempurejo, Jember.
Profil tentang Kyai Djufri tidak hanya berhenti pada masa pendidikan. Namun juga kehidupan asmaranya.
Ia menikah dengan Nyai Asyiah binti KH Basrowi saat dirinya menginjak usia yang ke 19 tahun.
Sekitar tahun 1945, keduanya kemudian pindah ke Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan.
Di sanalah keduanya merintis Pondok Pesantren Sumber Batu. Naasnya, melansir dari YouTube Napak Tilas Perjalanan kyai wafat dihabisi oleh PKI 28 Juli 1965.
Ia wafat pada saat perjalanan ke rumah sakit di Bangkalan usai dihabisi oleh Sarifin yang merupakan suruhan dari PKI.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!