jelajah

Fungsi Petirtaan Belahan yang Dikenal Sebagai Situs Pemandian Kuno di Pasuruan, Konon Berkaitan dengan Selir Raja Airlangga?

Senin, 23 September 2024 | 21:30 WIB
Petirtaan Belahan di Pasuruan. (instagram.com/@krjelajahsejarah)

SketsaNusantara.id- Petirtaan Belahan atau yang lebih dikenal dengan candi Belahan merupakan sebuah pemandian kuno dari yang berasal dari era Kerajaan Mataram Kuno era Jawa Timur.

Petirtaan Belahan berlokasi di sisi timur gunung Penanggungan, Dusun Belahan Jowo, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Petirtaan Belahan memiliki bentuk kolam empat persegi dimana pada dinding sisi barat ada dua relung besar yang mengapit satu relung kecil.

Baca Juga: Fungsi Kolam Segaran pada Masa Kerajaan Majapahit Masih Ada pada Masa Lalu, Salah Satunya untuk Menyambut Tamu Asing?

Situs pemandian kuno ini ada dua relung besar dimana terdapat Arca Jaladwara yang berwujud Dewi Sri dan Dewi Lakshmi.

Melalui sepasang payudara arca Lakshmi inilah terpancur air yang membuat situs pemandian ini juga dikenal sebagai Candi Sumbertetek yang dikutip SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.

Pada bagian relung di tengah memang kosong, namun diduga pernah dipasang arca Dewa Wishnu yang merupakan suami dari Dewi Lakhsmi dan Dewi Sri dalam mitologi Hindu.

Baca Juga: Relief Unik Candi Rimbi di Jombang Ini Konon Gambarkan Tempat Pendermaan Ratu Majapahit, Ternyata Begini Kondisinya Sekarang...

Bagian atas petirtaan yaitu di sisi selatan berdiri satu kronogram yang berwujud arca yang berasal dari tahun 931 Saka atau 1009 Masehi.

Jika dikaitkan dengan angka tahun yang tertulis di kompleks Petirtaan Jolotundo yakni tahun 991 Masehi, Petirtaan Belahan diyakini dibangun pada masa kekuasaan raja yang sama.

Raja yang memerintah saat itu adalah Raja Dharmawangsa Teguh atau mungkin lebih awal lagi yaitu Mpu Sindok dari Kerajaan Mataram Kuno atau Medang.

Baca Juga: Peradaban Trowulan Sampai ke Kalimantan Barat? Misterius, Ini Asal Usul Peninggalan Kerajaan Majapahit di Luar Pulau Jawa

Lokasi Petirtaan Belahan dengan Petirtaan Jalatunda mengapit Gunung Pawitra dimana menurut mitologi Jawa adalah puncak dari gunung suci Mahameru.

Hal itu yang membuat kedua petirtaan tersebut diyakini berfungsi sebagai bagian dari satu rangkaian dalam proses peribadatan keagamaan.

Halaman:

Tags

Terkini