2. Soroh Bujangga Waisnawa: Penyebaran Ajaran Hindu
Penulis melanjutkan dengan tema Soroh Bujangga Waisnawa.
Pada masa ketika Bali belum memiliki agama, Resi Markandya dari India datang dan memperkenalkan ajaran Hindu, menciptakan sistem pertanian yang bermanfaat bagi masyarakat Bali.
Interaksi antara warga Bali Age dan murid-murid Resi Markandya membentuk komunitas yang dikenal sebagai warga Bujangga Waisnawa, memperkaya budaya pulau ini.
Baca Juga: Inilah 5 Fakta Unik di Balik Keindahan Tanah Lot di Pulau Bali, Ternyata Ada Sumber Air Ini...
3. Keturunan Ario Bali: Kesatria Kalingga
Keturunan Ario Bali juga menjadi fokus penting.
Soroh ini mencakup Kesatria Kalingga, yang merupakan keturunan dari Wangsa Sanjaya, penguasa besar di Jawa Tengah.
Meskipun ada konflik, penyatuan damai di Bali memberikan kesempatan bagi keturunan ini untuk berkontribusi dalam pemerintahan, menambah warna pada sejarah pulau.
4. Wangsa Warmadewa: Dinasti Berpengaruh
Selanjutnya, buku ini membahas Wangsa Warmadewa, yang berakar dari dinasti Hindu awal di Nusantara.
Raja pertama dari dinasti ini, Sri Kesari Warmadewa, memerintah pada abad ke-9 dan melahirkan generasi-generasi berpengaruh, termasuk Airlangga, yang memainkan peran penting dalam sejarah Bali.
5. Soroh Pasek: Mpu Brahma Jeng dan Warisannya
Salah satu soroh yang menarik perhatian adalah Soroh Pasek, yang dipimpin oleh Mpu Brahma Jeng.