SketsaNusantara.id- Ketika Islam mulai menyebar luas di Pulau Jawa, dari Kerajaan Demak hingga kerajaan-kerajaan Islam lainnya, Pulau Bali tetap menjadi benteng kuat bagi agama Hindu.
Hal ini menimbulkan tanda tanya besar: Mengapa Islam tidak pernah benar-benar berkembang di Bali, meskipun di Jawa sudah berdiri kerajaan-kerajaan Islam yang kuat?
Pada masa itu, Bali diperintah oleh Kerajaan Gelgel, yang wilayah kekuasaannya mencakup Bali, Lombok, hingga Sumbawa.
Baca Juga: Dikenal Paling Ditakuti! Gajah Mada Sampai Harus Menjebak Tokoh Pahlawan Ini untuk Menguasai Bali
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun TikTok @ar.dante12, kerajaan ini masih menerapkan sistem pemerintahan Majapahit, kerajaan Hindu-Buddha terbesar di Nusantara sebelum Islam mendominasi Jawa.
Pengaruh Majapahit masih sangat kuat, terutama setelah ekspansi besar-besaran di Bali oleh Mahapatih Gajah Mada pada tahun 1343.
Masyarakat Bali pun terbagi menjadi kelompok Bali Hindu dan Bali Aga yang tetap setia pada ajaran leluhur.
Baca Juga: Cabang dari Kerajaan Galuh! Benarkah Hindu Bali Masih Satu Rumpun dengan Sunda di Masa Lalu?
Islam sebenarnya sudah mulai hadir di Bali pada masa kejayaan Majapahit.
Dalem Ketut Ngulesir, raja pertama Gelgel, pernah berkunjung ke Majapahit dan kembali dengan pengawalan 40 orang prajurit yang beragama Islam.
Mereka memutuskan untuk menetap di Bali dan membangun komunitas muslim pertama di Gelgel.
Baca Juga: Inilah 5 Fakta Unik di Balik Keindahan Tanah Lot di Pulau Bali, Ternyata Ada Sumber Air Ini...
Masjid pertama pun didirikan di Gelgel, yang hingga kini dikenal sebagai masjid tertua di Bali.