jelajah

Jayanegara: Raja Kedua Kerajaan Majapahit yang Tumbang oleh Pemberontakan dan Pengkhianatan dari Dalam Istana

Kamis, 19 September 2024 | 13:00 WIB
Raja Kedua Kerajaan Majapahit, Jayanegara. (X/@Gianina1004)

 

SketsaNusantara.id- Setelah kepergian Raden Wijaya pada tahun 1309 M, Majapahit memasuki babak baru di bawah kepemimpinan putranya, Jayanegara.

Dinobatkan sebagai Raja kedua Majapahit dengan gelar Sri Sundarapandya Dewadhiswara Wikramottungadewa, Jayanegara membawa harapan untuk melanjutkan kejayaan ayahnya.

Ia merupakan hasil pernikahan Raden Wijaya dengan Dara Petak, seorang putri dari Kerajaan Melayu Dharmasraya di Sumatera.

Baca Juga: Penemuan Tulang Manusia dalam Sumur Tua Surabaya, Bukti Peninggalan Kerajaan Majapahit, Masih Eksis hingga Kini

Namun, pemerintahan Jayanegara justru penuh dengan kekacauan, pemberontakan, dan akhirnya, pengkhianatan.

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Kitab Mawas Diri, selama berkuasa dari 1309 hingga 1328 M, Majapahit justru diguncang oleh serangkaian pemberontakan.

Banyak petinggi kerajaan merasa tidak puas karena Jayanegara dianggap sebagai keturunan dari luar tanah Jawa, yakni Melayu.

Baca Juga: Deretan Hal Unik Candi Bangkal di Mojokerto sebagai Peninggalan Majapahit, Ternyata Menyimpan Misteri Ini...

Akibatnya, kerajaannya sering dilanda pergolakan.

Beberapa pemberontakan besar yang terjadi di antaranya adalah pemberontakan Gajah Biru (1314), Nambi (1316), Ra Semi (1318), dan Ra Kuti (1319).

Bahkan, pemberontakan Ra Kuti berhasil merebut ibu kota Majapahit, dan nyawa Jayanegara nyaris melayang.

Baca Juga: Inilah Situs Candi Watesumpak yang Nyempil di Tengah Area Persawahan, Konon Berhubungan dengan Pusaka Majapahit?

Di balik semua kekacauan ini, terselip tokoh licik bernama Mahapati Halayudha, seorang pejabat tinggi yang dikenal gemar memecah belah melalui fitnah dan adu domba.

Halaman:

Tags

Terkini