SketsaNusantara.id - Letjen Siswondo Parman atau yang biasa kita kenal sebagai Letjen S Parman merupakan salah satu tokoh pahlawan revolusi yang harus tewas mengenaskan di lubang buaya.
Peristiwa terbunuhnya 6 jenderal dan 1 perwira itu disebut sebagai peristiwa G30S PKI yang tak bisa dipungkiri merupakan salah satu peristiwa kelam negeri ini.
Peristiwa terbunuhnya Letjen S Parman dan 5 jenderal serta 1 perwira itu begitu memilukan dan hampir tak pernah dilupakan.
Baca Juga: Inilah Profil Letnan Jenderal Suprapto, Pahlawan Revolusi yang Gugur dalam G30S PKI di Lubang Buaya
Berikut ini peristiwa terbunuhnya Letjen S Parman yang merupakan salah satu korban peristiwa G30S PKI di lubang buaya, seperti dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube Jejak Lampau.
Pada pukul 3 WIB Sumi Rahayu yang merupakan istri dari Letjen S Parman bangun dari tidurnya dan sempat menikmati sejuknya udara Jakarta.
Lalu keheningan dini hari itu pecah ketika kendaraan truk berdatangan ke rumah mereka.
Ternyata truk-truk itu berisi pasukan Cakrabirawa yang merupakan pasukan khusus pengaman presiden.
Para prajurit Cakrabirawa itu mengatakan bahwa keadaan negara sedang genting sehingga Letjen S Parman harus segera menghadap presiden.
Namun istri Jenderal S Parman tak percaya begitu saja sehingga ia kemudian menanyakan surat perintah serta identitas penjemput.
Baca Juga: Nasib Rumah Letjen Suprapto, Pahlawan Revolusi yang Gugur dalam Peristiwa G30S PKI Tahun 1965
Sementara itu Letjen S Parman sedang berganti baju dengan seragam dinas ketentaraan, namun saat keluar ia bertambah kaget lantaran begitu banyaknya prajurit Cakrabirawa yang sedang menunggunya.
Untuk itu ia menyuruh sang istri untuk menghubungi Menpangat Letjen Ahmad Yani.