SketsaNusantara.id- Prabu Darmasiksa, atau dikenal juga sebagai Prabu Sanghyang Wisnu, merupakan sosok pemimpin besar yang memerintah Kerajaan Sunda Galuh pada periode 1175 hingga 1297 M.
Ia adalah putra Prabu Darmakusuma, serta cucu dari Batari Hyang Janapati dari Kerajaan Galunggung.
Darmasiksa memiliki 3 istri, yang memberinya keturunan penting bagi keberlanjutan kerajaan, di antaranya Prabu Purana, Rahiyang Saunggalah, dan Rahiyang Jayadarma.
Baca Juga: Tidak Banyak yang Tahu, Kerajaan Paling Berpengaruh di Tanah Sunda: Bertahan sampai Beberapa Abad!
Perjalanan pemerintahannya dimulai di Saunggalah, Kuningan, sebelum akhirnya ia memindahkan pusat kekuasaan ke Pakuan, Bogor.
Prabu Darmasiksa dikenang sebagai sosok yang memerintah dengan bijaksana dan adil selama lebih dari satu abad.
Menurut Carita Parahyangan, masa pemerintahannya berlangsung selama 150 tahun, meskipun Naskah Wangsakerta menyebutkan 122 tahun, dimulai pada 1175 hingga 1297 M, seperti dilansir SketsaNusantara.id dari akun TikTok @putrakedatonnusantara.
Baca Juga: Cabang dari Kerajaan Galuh! Benarkah Hindu Bali Masih Satu Rumpun dengan Sunda di Masa Lalu?
Selama masa pemerintahannya yang panjang, Darmasiksa menyaksikan lahirnya Kerajaan Majapahit pada tahun 1293, sebuah peristiwa penting dalam sejarah Nusantara.
Salah satu kontribusi besar Prabu Darmasiksa dalam menjaga harmoni Nusantara adalah melalui nasihat bijaknya kepada cucunya, Wijaya, yang kelak menjadi pendiri Kerajaan Majapahit.
Ia menegaskan pentingnya menjaga hubungan persaudaraan antara Majapahit dan Sunda serta menghindari konflik antar kerajaan.
Kebijakan ini mencerminkan visi besar Darmasiksa dalam menjaga kedamaian di antara kerajaan-kerajaan di Nusantara.