1. Prabu Niskala Wastu Kancana (1371–1475) - Dikenal sebagai Prabu Siliwangi I, raja yang bijaksana dan memimpin kerajaan dalam masa keemasannya.
2. Sri Baduga Maharaja Ratu Aji / Prabu Susuktunggal (1475–1482) - Prabu Siliwangi II, memimpin ketika Kerajaan Sunda terpecah menjadi dua kekuatan besar, Sunda dan Galuh.
3. Jayadewata Sri Baduga Maharaja / Pangeran Jaya Dewata (1482–1521) - Prabu Siliwangi III, yang berhasil mempersatukan kembali kerajaan dan mengokohkan kekuasaan Sunda.
4. Prabu Surawisesa (1521–1535) - Prabu Siliwangi IV, yang menghadapi serangan eksternal dari Kesultanan Banten, namun tetap mempertahankan kerajaan.
5. Prabu Dewatabuanawisesa / Ratu Dewata (1535–1543) - Prabu Siliwangi V, yang memerintah di tengah masa-masa penuh ancaman dari luar.
6. Prabu Sakti / Ratu Sakti (1543–1551) - Prabu Siliwangi VI, yang melanjutkan perjuangan melawan musuh-musuh kerajaan.
7. Prabu Nilakendra Tohaan di Majaya (1551–1567) - Prabu Siliwangi VII, yang berusaha mempertahankan Pajajaran di tengah desakan kekuatan baru di Nusantara.
8. Prabu Suryakancana atau Prabu Ragamulya (1567–1579) - Prabu Siliwangi VIII, raja terakhir yang menyaksikan runtuhnya Pajajaran ketika ibu kota kerajaan jatuh ke tangan Maulana Yusuf dari Kesultanan Banten.
Gelar Prabu Siliwangi bukan hanya tanda pengganti nama, tetapi simbol kejayaan dan kehormatan kerajaan.
Setiap raja yang menyandang gelar ini dikenal sebagai pemimpin yang berani dan bijaksana.
Dalam sejarah Sunda, Prabu Siliwangi adalah lambang kebesaran raja yang memperjuangkan keadilan, kehormatan, dan kemakmuran bagi rakyatnya.