SketsaNusantara.id - Di lereng megah Gunung Ciremai, tepatnya di wilayah Cirebon, pernah berdiri salah satu kerajaan tertua di Tanah Jawa: Kerajaan Indraprahasta.
Berdiri pada tahun 398 Masehi, kerajaan ini awalnya merupakan sebuah mandala atau wilayah kekuasaan yang tunduk pada Kerajaan Salakanagara.
Namun, di tangan Maharesi Sentanu, seorang pendatang dari India, Mandala Indraprahasta berkembang menjadi kerajaan yang kuat, meski tetap di bawah naungan Salakanagara.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube AFaisalPal Channel Maharesi Sentanu, yang datang ke Nusantara setelah melarikan diri dari konflik di India, memilih bermukim di kawasan Talun, Cirebon.
Ia kemudian mendirikan Kerajaan Indraprahasta dan menjadi raja pertamanya dengan gelar Prabu Indraswara Salakakretabuwana.
Tak hanya mendirikan kerajaan, Sentanu juga memperkuat posisinya dengan menikahi Permaisuri Indari, putri dari Raja Salakanagara, Prabu Darmawirya Dewawarman VIII.
Baca Juga: Cabang dari Kerajaan Galuh! Benarkah Hindu Bali Masih Satu Rumpun dengan Sunda di Masa Lalu?
Kerajaan Indraprahasta sendiri sangat terpengaruh oleh budaya India, baik dari segi nama tempat maupun tata kelola kerajaan.
Maharesi Sentanu bahkan menamai Gunung Ciremai sebagai Gunung Indrakila, serta sungai yang mengalir di wilayahnya disebut Gangganadi, mengingatkan pada Sungai Gangga di India.
Hubungan yang erat dengan budaya dan ajaran Hindu-Buddha membuat Indraprahasta menjadi salah satu pusat kekuasaan dan spiritualitas di Pulau Jawa kala itu.
Setelah kematian Maharesi Sentanu pada tahun 432 Masehi, kekuasaan diteruskan oleh putranya, Jayasatyanagara.
Di bawah kepemimpinannya, Indraprahasta mulai menjadi bagian dari Kerajaan Tarumanegara yang lebih besar.