Berbagai bukti arkeologis, seperti candi, prasasti, dan arca, menguatkan pengaruh Majapahit di Sumatera Selatan.
Salah satu peninggalan yang menarik adalah Candi Muara Takus di Riau.
Meskipun candi ini dibangun pada masa Sriwijaya, ada bukti bahwa perbaikan dilakukan pada masa kekuasaan Majapahit, mengokohkan jejak mereka di wilayah ini.
Namun, pengaruh Majapahit tak hanya terbatas di Sumatera Selatan.
Di kawasan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, candi-candi di Padanglawas menyimpan misteri yang mengaitkan mereka dengan era Majapahit.
Candi-candi yang terletak di dataran rendah kaki Pegunungan Bukit Barisan ini menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu.
Meski tidak setenar Borobudur atau Prambanan, kompleks Candi Trio Bahal yang terdiri dari Candi Bahal I, II, dan III memikat para pecinta sejarah dan arkeologi.
Ketiga candi ini diyakini memiliki pengaruh Buddhis yang kuat, seperti terlihat dari bentuk atapnya yang menyerupai stupa serta relief-relief yang menghiasi bagian dinding.
Baca Juga: Ada Sejak Abad ke-14 Masehi, Peninggalan Majapahit di Ketinggian Ini Ada di Purwodadi Pasuruan
Di Candi Bahal I, relief berbentuk jalinan bunga dan sosok manusia yang masih bisa dilihat hingga kini, menjadi bukti keindahan seni arsitektur pada masa itu.
Pemugaran yang dilakukan secara intensif telah mengembalikan kemegahan candi-candi ini, terutama Candi Bahal I yang kini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Candi-candi di Padanglawas dan peninggalan arkeologis di Sumatera Selatan menjadi bukti nyata dari pengaruh Majapahit yang melampaui batas wilayah.
Mereka tak hanya meninggalkan jejak politik dan militer, tetapi juga warisan budaya dan agama yang bertahan hingga saat ini.***