SketsaNusantara.id- Majapahit, kerajaan Hindu-Buddha terbesar di Nusantara, memulai babak kejayaannya pada akhir abad ke-13 Masehi.
Didirikan oleh Raden Wijaya, menantu Raja Kertanegara dari Singhasari, Majapahit mencapai puncak keemasannya di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada.
Melalui strategi militer dan diplomasi, kerajaan ini berhasil menguasai hampir seluruh Nusantara.
Termasuk wilayah Sumatera Selatan yang sebelumnya dikenal sebagai pusat kemegahan Kerajaan Sriwijaya.
Sriwijaya, kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara, mulai runtuh pada abad ke-13 akibat serangan dari Singhasari dan kerajaan India Selatan, Chola.
Kekosongan kekuasaan yang ditinggalkan Sriwijaya menjadi peluang bagi Majapahit untuk memperluas kekuasaannya hingga ke Sumatera.
Baca Juga: Pernah Hampir Menguasai Nusantara, Kerajaan Majapahit Ternyata Punya Raja-Raja yang Hebat!
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Islamic Power, pada abad ke-14, Sumatera Selatan resmi berada di bawah kendali Majapahit.
Hal ini sesuai seperti dicatat dalam kitab Pararaton dan Sumpah Palapa Mahapatih Gajah Mada yang berambisi menyatukan Nusantara.
Hubungan antara Majapahit dan Sumatera Selatan bukan sekadar urusan politik dan militer.
Jejak budaya dan agama Hindu-Buddha yang diusung Majapahit turut meresap dalam kehidupan masyarakat lokal.