Sesampainya di sana, ia menemukan desa yang ramai dan penuh kehidupan.
Karena keajaiban tersebut, desa itu kemudian diberi nama Bekonang.
Hingga kini, makam Kyai Konang masih terawat dengan baik oleh masyarakat setempat, yang terus menghormati warisan leluhur mereka.
Makam tersebut menjadi salah satu peninggalan sejarah penting yang ada di Bekonang, dan menjadi simbol bahwa desa ini memiliki akar yang kuat dalam sejarah Nusantara, terutama dalam kaitannya dengan Kerajaan Majapahit.
Selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, Desa Bekonang juga dikenal karena produksi minuman khas yang mengandung etanol atau alkohol, yaitu ciu.
Baca Juga: Tribhuwana Wijayatunggadewi: Wanita Pertama yang Membawa Kerajaan Majapahit ke Puncak Kejayaan
Pabrik-pabrik ciu di desa ini telah menjadi sumber penghidupan bagi sebagian besar warga setempat.
Bahkan, desa ini sering disebut sebagai "Desa Ciu" karena banyaknya produksi minuman tersebut.
Produksi ciu yang dilakukan secara tradisional hingga saat ini masih menjadi salah satu komoditas unggulan Bekonang.
Desa yang penuh kedamaian ini juga terkenal dengan keramahan warganya.
Meski Bekonang terletak di daerah yang kini berkembang dengan pesat, desa ini tetap mempertahankan warisan budayanya.
Kehidupan di Bekonang tidak hanya menjadi saksi bisu dari jejak Majapahit, tetapi juga memperlihatkan bagaimana desa tersebut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Baca Juga: Punya Model Unik, Saksi Bisu Jejak Kerajaan Majapahit, Punya Mitos yang Bisa Bikin Kamu Jadi...