Kesultanan ini berkembang pesat dan menjadi kekuatan dominan di Jawa, memperluas wilayah kekuasaannya secara signifikan.
4. Kesultanan Banten (abad ke-16 hingga awal abad ke-19)
Terletak di Banten, Jawa Barat, Kesultanan Banten dikenal sebagai pusat perdagangan penting dengan hubungan luas dengan Asia dan Eropa.
Kesultanan ini mempengaruhi perdagangan regional dan berperan sebagai pusat ekonomi yang vital di Indonesia.
5. Kesultanan Ternate dan Tidore (abad ke-15 hingga awal abad ke-19)
Berada di Kepulauan Maluku, Kesultanan Ternate dan Tidore adalah pusat perdagangan rempah-rempah yang sangat strategis.
Kedua kesultanan ini memiliki hubungan erat dengan kekuatan Eropa seperti Portugis dan Spanyol, menjadikannya pemain utama dalam sejarah perdagangan rempah-rempah global.
6. Kesultanan Siak Sri Indrapura (abad ke-18 hingga awal abad ke-20)
Didirikan di Buantan, Riau, Kesultanan Siak Sri Indrapura menjadi kekuatan maritim yang kuat di pesisir timur Sumatra dan Semenanjung Malaya.
Kesultanan ini bertahan dan berkembang di tengah tekanan imperialisme Eropa.
7. Kesultanan Gowa (abad ke-16 hingga abad ke-19)
Kesultanan Gowa, yang terletak di Sulawesi Selatan, menguasai wilayah luas di Indonesia timur dan bahkan sebagian wilayah di Filipina dan Australia utara.
Kesultanan ini dikenal dengan kekuatan militernya yang dominan dan pengaruhnya yang luas.