SketsaNusantara.id - Kerajaan Kandis, yang diperkirakan berdiri sejak tahun 3 SM, dikenal sebagai salah satu kerajaan tertua di Nusantara.
Terletak di Koto Alang, Lubuk Jambi, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, Kerajaan Kandis disebut dalam Kitab Negarakertagama sebagai salah satu wilayah yang ditaklukkan oleh Kerajaan Majapahit.
Seperti dikutip dari akun TikTok @awaanstory, menurut legenda, pendiri Kerajaan Kandis adalah Maharaja Diraja, keturunan legendaris Alexander Agung atau Alexander The Great dari Makedonia.
Baca Juga: Tribhuwana Wijayatunggadewi: Wanita Pertama yang Membawa Kerajaan Majapahit ke Puncak Kejayaan
Dalam perjalanan panjangnya, Maharaja Diraja tiba di Pulau Sumatera dan mendirikan istana megah di Bukit Bakau, yang dikenal dengan nama Istana Dhamna.
Di sinilah ia memulai kekuatan politiknya dan mendirikan Kerajaan Kandis.
Setelah Maharaja Diraja meninggal, putranya Darmaswara, yang juga dikenal sebagai Datuk Rajo Tunggal, meneruskan kepemimpinan kerajaan.
Datuk Rajo Tunggal dikenal karena kebijaksanaannya dan kemampuannya memajukan Kerajaan Kandis dengan memanfaatkan kekayaan alamnya.
Seperti halnya damar, rotan, dan sarang burung layang-layang dari hutan serta emas dan perak dari bumi.
Di bawah pemerintahannya, tambang emas di kaki Bukit Bakar, yang dikenal dengan nama tambang titah, mulai beroperasi.
Kerajaan Kandis menjalin hubungan perdagangan yang penting dengan Semenanjung Melayu melalui Menteri Perdagangan Bandaro Hitam, yang menggunakan kapal kayu tradisional atau ojung.