SketsaNusantara.id - Keberadaan Kerajaan Salakanagara, yang diyakini sebagai kerajaan tertua di Nusantara dan bahkan mendahului Tarumanegara, masih menjadi misteri besar hingga saat ini.
Minimnya bukti fisik dan catatan sejarah yang mengisahkan tentang kerajaan ini membuatnya seperti terbungkus kabut yang sulit ditembus.
Meski begitu, kerajaan ini tercatat memiliki hubungan diplomatik dengan kekaisaran besar di dunia pada masanya.
Baca Juga: Tribhuwana Wijayatunggadewi: Wanita Pertama yang Membawa Kerajaan Majapahit ke Puncak Kejayaan
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun TikTok @santritajug, salah satu bukti sejarah yang mengisahkan tentang Salakanagara berasal dari Kronik China, tepatnya dari masa Dinasti Han.
Catatan ini menyebutkan adanya hubungan perdagangan antara Salakanagara dengan China, bahkan kerajaan ini sempat mengirim utusan ke Negeri Tirai Bambu pada tahun 131 Masehi.
Namun, selain dari catatan singkat ini, tidak banyak jejak yang mengonfirmasi eksistensi kerajaan tersebut.
Tak hanya dari China, kisah Salakanagara juga muncul dalam Naskah Wangsakerta, tepatnya dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara.
Berbeda dengan Kronik China yang hanya menyinggung sepintas, naskah ini memberikan gambaran lebih detail tentang asal-usul Salakanagara.
Menurut naskah ini, kerajaan tersebut didirikan oleh Aki Tirem Luhur Mulya, seorang penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat yang dikenal dengan kebijaksanaannya.
Wilayah ini pada saat itu ramai dikunjungi para pendatang dari berbagai belahan dunia, menjadikannya pusat pertemuan peradaban.