Di masa Majapahit, kebanyakan tentara adalah milisi yang hanya dipanggil ketika terjadi perang.
Mereka adalah rakyat biasa, seperti petani, yang menjalani kehidupan normal selama masa damai. Namun, Bhayangkara berbeda.
Mereka adalah pasukan tetap yang ditugaskan secara penuh waktu dan mendapat bayaran dari negara.
Para anggota Bhayangkara tidak hanya bertugas dalam situasi genting, tetapi juga menjalankan tugas rutin dalam menjaga keamanan kerajaan setiap saat.
Menariknya, para prajurit Bhayangkara tidak hanya mendapatkan gaji rutin, tetapi juga diberi hak pensiun ketika tidak lagi aktif.
Bahkan, dalam beberapa kasus, prajurit Bhayangkara yang berhasil menaklukkan wilayah musuh diberikan hadiah berupa tanah sebagai penghargaan atas jasanya.
Nama Bhayangkara kini diadopsi oleh Polri, menjadikan Korps Bhayangkara sebagai sebutan lain untuk institusi tersebut.
Baca Juga: Lokasi Kerajaan Tertua di Nusantara Ini Menjadi Kawasan IKN, Seperti Menghidupkan Kejayaan Masa Lalu
Nama ini bukan hanya sekadar label, melainkan membawa semangat pengabdian dan dedikasi para pengawal kerajaan Majapahit.
Sebagai Bhayangkara modern, Polri bertugas melindungi rakyat Indonesia dari berbagai ancaman, baik internal maupun eksternal, dengan komitmen penuh waktu dan tanggung jawab yang besar.
Dengan sejarah panjang yang mendalam, Bhayangkara tidak hanya menjadi simbol perlindungan.
Akan tetapi, juga menjadi bukti bahwa peran penting kepolisian di Indonesia memiliki akar kuat dalam tradisi dan sejarah bangsa.