SketsaNusantara.id - Polri, atau Kepolisian Republik Indonesia, sering kali disebut dengan nama Bhayangkara, sebuah istilah yang lekat dengan sejarah panjang dan penuh makna.
Namun, apakah kita benar-benar memahami arti di balik sebutan Bhayangkara?
Sebagai institusi keamanan negara, Polri tidak hanya menjalankan tugas perlindungan dan penegakan hukum, tetapi juga membawa warisan sejarah yang mengakar pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit.
Meskipun Bhayangkara lebih dikenal sebagai pasukan elit Kerajaan Majapahit, jejak sejarah mereka sesungguhnya sudah dimulai sejak masa Kerajaan Singasari.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Facebook Indra Kuala, pada masa pemerintahan Raja Kertanegara, pasukan Bhayangkara pertama kali dibentuk.
Pembentukan pasukan ini memiliki tujuan utama untuk mengawal raja dan keluarganya.
Mereka adalah pengawal pribadi yang bertugas memastikan keselamatan dan keamanan raja dari ancaman internal maupun eksternal.
Namun, pamor Bhayangkara semakin mencuat pada masa Kerajaan Majapahit, khususnya di era pemerintahan Raja Jayanegara.
Saat itu, Bhayangkara dipimpin oleh seorang tokoh legendaris yang hingga kini namanya tetap dikenang, yaitu Gajah Mada.
Di bawah komando Gajah Mada, pasukan Bhayangkara berhasil menumpas pemberontakan Ra Kuti, sebuah insiden besar yang hampir menggulingkan kekuasaan Jayanegara.
Keberhasilan ini mengukuhkan posisi Bhayangkara sebagai pasukan penting di kerajaan dan simbol kekuatan Majapahit.