Sebelum ajal menjemput, ia berpesan bahwa jika setelah kematiannya tubuhnya mengeluarkan aroma busuk, ia harus dikuburkan di tempat biasa.
Namun, jika tubuhnya beraroma harum, ia harus dimakamkan di tempat suci.
Ketika akhirnya patih mengeksekusi Raden Ayu, keajaiban terjadi: dari tubuhnya keluar asap dengan wangi yang sangat harum.
Seluruh pengawal dan patih menangis dalam penyesalan, sementara Raja Pemecutan hancur hatinya.
Sebagai bentuk penyesalan dan penghormatan, sang raja membangun sebuah makam keramat untuk putrinya, yang kini dikenal sebagai Makam Raden Ayu Siti Khotidjah.
Makam tersebut hingga kini tetap dijaga dengan penuh hormat dan menjadi tempat ziarah bagi orang-orang yang ingin mengenang kisah tragis seorang putri raja yang setia pada keyakinannya hingga akhir hayat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!