SketsaNusantara.id- Candi Pasetran menjadi salah satu situs sejarah yang dipercaya sebagai area pemakaman kuno yang berasal dari masa Kerajaan Majapahit.
Lokasi Candi Pasetran berada di tepat di sebelah kiri Jalan Desa Watonmas Mojokerto atau kurang lebih 300 meter dari Candi Jedong.
Candi yang tersusun dari bata merah tersebut persis menghadap Gunung Pananggungan dengan ukuran panjang 3 meter, 2 meter, dan tinggi 1 setengah meter.
Menurut konsepsi keagamaan Hindu, kata "Pasetran" berasal dari kata Setra yang artinya makam atau kuburan dimana masyarakat sekitar secara turun temurun mengenal candi itu sebagai sebuah makam kuno.
Hal tersebut didukung dengan keberadaan Candi Pasetran yang berdekatan dengan pemakaman umum di Desa Watonmas yang dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Super Radio.
Kemudian menurut pendapat seorang pastor Belanda, ada 3 macam cara merawat jenazah di zaman kerajaan dulu.
Di antaranya adalah rancake atau membakar dan menguburnya, melarung atau dihanyutkan ke laut, serta ayetra yang berarti meletakkan mayat di Pasetran dimana lokasinya berada di tengah hutan.
Struktur bangunannya terbilang sederhana dan terlihat ada sebuah tembok yang berbentuk segi empat, lengkap dengan pintu di sebelah utara yang atapnya terbuka.
Ada juga tangga yang terbuat dari batu andesit untuk menuju pintu masuk candi, meski saat ini susunannya tidak teratur lagi.
Baca Juga: Pemandian Tak Pernah Kering, Candi Umbul di Magelang Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno
Banyak juga sisa bata merah di sekitar candi yang memperlihatkan bahwa ada bangunan lainnya yang serupa dengan candi peninggalan Kerajaan Majapahit dan diketahui pernah berdiri di kawasan itu.
Walaupun disinyalir sebagai tempat pemakaman kuno era Kerajaan Majapahit, namun hingga kuni masih belum ditemukan adanya prasasti atau bukti lainnya yang mampu menjelaskan fungsi dan alasan sebenarnya dari dibangunnya Candi Pasetran ini.