Dalam catatan Kitab Negarakertagama serta Kitab Pararaton, Candi Jago tercatat sebagai Jajaghu yang berarti keagungan yangbiasa disebut tempat suci di atas candi hanya tersisa setengahnya saja.
Sedangkan, di bagian atas Candi sudah rusak disebabkan oleh petir.
Candi Jago juga mempunyai relief yang menceritakan Brahmana yang sedang mengajarkan tentang hidup dan kebijaksanaan kepada pangeran yang tidak bisa mendengar.
Terdapat juga relief Kunjarakarna ialah menceritakan raksasa yang taat dengan agama Buddha lalu ingin bereinkarnasi supaya ia bisa lahir kembali menjadi manusia yang mempunyai paras yang baik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!