jelajah

Akhir Kejayaan Kerajaan Majapahit di Nusantara dalam Tabir Misteri Tokoh Sejarah Legendaris

Minggu, 1 September 2024 | 14:00 WIB
Mahapatih Gajah Mada dari Kerajaan Majapahit. (X/ @Restu_Bumi19)

Gajah Mada dikenal karena ambisinya yang luar biasa, seperti yang tercermin dalam Sumpah Palapa-nya, di mana ia bersumpah tidak akan menikmati hidupnya sebelum menyatukan seluruh Nusantara.

Namun, ambisi Gajah Mada juga memicu konflik, termasuk Perang Bubat pada tahun 1357 dengan Kerajaan Sunda.

Baca Juga: Benarkah Majapahit Pernah Menaklukkan India? Inilah Jawabannya Berdasarkan Tulisan Profesor Aris Munandar

Konflik ini berakhir tragis dengan banyak korban jiwa, termasuk bunuh diri sang putri, Citra Rashmi.

Setelah kematian Gajah Mada pada tahun 1364 dan Hayam Wuruk pada tahun 1389, Majapahit mulai mengalami kemunduran.

Kemunduran Majapahit semakin nyata setelah kematian Hayam Wuruk.

Baca Juga: Digandrungi Warga Jawa Sebelum Era Kerajaan Majapahit, Ini Rumah Jadul dengan Kehebatan yang Bikin Geleng Kepala, Kok Bisa?

Perseteruan internal dan kemunculan kerajaan-kerajaan Islam mempercepat keruntuhan Majapahit.

Kesultanan Malaka yang berdiri pada tahun 1398 dan Kerajaan Islam Demak yang didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1468 semakin mengikis kekuasaan Majapahit.

Puncaknya, pada tahun 1527, Kerajaan Demak menghancurkan ibukota Majapahit, Daha, menandai berakhirnya era kejayaan Majapahit dan membuka babak baru yang didominasi oleh kerajaan-kerajaan Islam.

Baca Juga: Sosok Damarwulan yang Sering Dipentaskan dalam Janger Banyuwangi, Musuh Minak Jinggo yang Jadi Raja Majapahit?

Gajah Mada, yang lahir pada tahun 1291, adalah salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah Majapahit.

Dikenal juga sebagai Jernodara, Gajah Mada merupakan Mahapatih yang memainkan peran kunci dalam kejayaan Majapahit.

Melalui Sumpah Palapa yang terkenal, ia berkomitmen untuk tidak menikmati hidupnya hingga berhasil menyatukan nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.

Berbagai mitos mengelilingi asal-usulnya, dari kelahiran yang konon dari buah kelapa di Pulau Bali hingga keturunan Dewa Brahma.

Halaman:

Tags

Terkini