SketsaNusantara.id - Bojonegoro, sebuah kota yang dikenal dengan aliran Sungai Bengawan Solo, ternyata menyimpan kisah legendaris yang masih menggema hingga kini.
Di antara hamparan sawah yang luas di Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu, tersembunyi sebuah petilasan yang diyakini sebagai peninggalan Prabu Angling Dharma.
Sosok raja legendaris dari Kerajaan Malawapati konon adalah titisan Batara Wisnu.
Baca Juga: Terungkap! Misteri Kerajaan Martapura, Kerajaan Tertua yang Tersembunyi di Balik Nama Kutai
Melansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Aluyut Official, Prabu Angling Dharma, yang dalam cerita rakyat Jawa, disebut-sebut sebagai keturunan ketujuh Arjuna, salah satu tokoh besar Mahabharata.
Prabu Angling Dharma lahir dari rahim Pramesti, putri Raja Jayabaya dari Kerajaan Panjalu, yang memerintah pada abad ke-12.
Legenda ini semakin menarik ketika dikisahkan bahwa Prabu Angling Dharma pernah singgah di Bojonegoro saat menjalani hukuman kutukan menjadi burung Belibis.
Sebuah hukuman yang dijatuhkan oleh Dewi Uma dan Dewi Ratih akibat melanggar sumpahnya untuk tidak menikah lagi setelah kehilangan Dewi Setyowati.
Kini, petilasan Prabu Angling Dharma yang berada di tengah persawahan tersebut telah direnovasi, membuat akses menuju lokasi semakin mudah dijangkau oleh kendaraan.
Namun, kesakralan tempat ini tetap terjaga, terlihat dari kain putih yang menutupi area inti petilasan, simbol kesucian dan misteri yang mengelilingi kisah hidup sang Prabu.
Baca Juga: Indonesia Negara Republik tapi Kelakuan Kerajaan, Jimly Asshiddiqie: Ada yang Ngotot
Masyarakat setempat juga percaya bahwa di sekitar petilasan ini sering ditemukan batu bata kuno yang diduga merupakan sisa-sisa dari Kerajaan Malawapati.