SketsaNusantara.id - Di balik perlawanan sengit terhadap penjajah di Tanah Air, nama Kiai Subchi Parakan atau yang lebih dikenal sebagai "Kiai Bambu Runcing" menjadi legenda.
Tak hanya dikenal sebagai guru Jenderal Soedirman, sosoknya juga dikenang karena kesaktian dan kharismanya yang luar biasa, yang menginspirasi ribuan santri dan pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Lahir sekitar tahun 1850 di Parakan, Temanggung, Kyai Subchi tumbuh dalam lingkungan pesantren yang sarat dengan semangat juang.
Kakeknya, Kyai Abdul Wahab, adalah pengikut Pangeran Diponegoro yang terus berjuang meski laskar Diponegoro telah kalah.
Warisan semangat perlawanan inilah yang terus berdenyut dalam diri Kyai Subchi hingga kelak ia menjadi pilar penting dalam pergerakan kemerdekaan.
Kesaktian Kyai Subchi menjadi legenda tersendiri. Di masa revolusi, ia dikenal sebagai sosok yang mampu memberikan doa dan asma' khusus pada bambu runcing yang kemudian digunakan para pejuang untuk melawan penjajah.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Youtube Trendytas, bambu runcing ini, dengan kekuatan doa dari Kyai Subchi, diyakini memiliki kekuatan mistis yang membuat para pejuang tak gentar menghadapi senjata api musuh.
Konon sampai ada pesawat tempur yang jatuh hanya karena ditunjuk oleh bambu runcing yang telah diberi doa oleh Kyai Subchi Parakan
Kekuatan mistis ini menjadikan bambu runcing sebagai simbol perlawanan yang menggema hingga ke seluruh negeri.
Baca Juga: Namanya Kini Diabadikan Jadi Jalan di Mojokerto, Sosok Kyai Ini Konon Dikenal Sakti Anti Peluru
Namun, di balik kesaktian itu, Kyai Subchi tetap sosok yang rendah hati. Ia sering kali menangis tersedu ketika diminta memberikan doa atau asma' oleh para pejuang.
Baginya, menjadi perantara kekuatan Ilahi untuk membantu perjuangan bangsa adalah tugas yang berat dan penuh tanggung jawab.