Baca Juga: Potensi Megathrust di Jember, BPBD Sebut 3 Alat Deteksi Tsunami Tidak Berfungsi
Pada tahun 450 SM, Raja Turki mengutus rakyatnya untuk menjelajah dan mencari wilayah baru yang belum berpenghuni.
Salah satu gelombang migrasi tersebut akhirnya tiba di sebuah pulau subur yang dipenuhi tanaman Jawi, dan wilayah ini kemudian dinamai Tanah Jawi.
Teori ini menunjukkan adanya hubungan historis antara suku Jawa dan migrasi besar dari Timur Tengah.
3. Ajisaka: Pengembara dari India yang Menemukan Pulau Jawa
Catatan kuno dari India membawa kita pada teori lain tentang asal-usul suku Jawa.
Seorang pengembara bernama Ajisaka dikisahkan sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Jawa.
Bersama para pengikutnya, Ajisaka membangun pemukiman yang menjadi fondasi awal suku Jawa.
Kisah ini juga dihubungkan dengan fenomena alam di Jawa, seperti letusan lumpur Bledug Kuwu, yang diyakini sebagai bagian dari perjalanan epik Ajisaka.
4. Pandangan Arkeolog: Leluhur Jawa dari Bumi Sendiri
Dari perspektif ilmiah, para arkeolog berpendapat bahwa nenek moyang orang Jawa berasal dari tanah Nusantara sendiri.
Penemuan fosil manusia purba seperti Pithecanthropus erectus atau Homo erectus di Trinil pada tahun 1891 memperkuat teori ini.
Hasil analisis DNA antara fosil tersebut dan orang Jawa modern menunjukkan kemiripan yang signifikan.