Tetapi Raden Ronggo merasa kecewa setelah mengetahui bahwa Pintu Gerbang Majapahit sudah dibawa oleh Raden Kebo Nyabrang ke Gunung Muria.
Pertarungan antara keduanya pun terjadi untuk saling memperebutkan Pintu Gerbang Majapahit tersebut hingga Sunan Muria yang melihatnya mengucapkan "Wis padha lerena, sak sak kloron padha bandhole".
Akhirnya Raden Kebo Nyabrang dan Raden Ronggo berhenti bertarung dan tempat tersebut diberi nama Dukuh Randhole yang berasal dari kata "Bandhole".
Sunan Muria kemudian mengakui dan menerima Raden Kebo Nyabrang sebagai putranya dan menjadikannya sebagai penjaga Pintu Gerbang Majapahit.
Sekarang, Pintu Gerbang Majapahit ini sudah terverifikasi secara resmi sebagai salah satu cagar budaya sejak bulan April, 2018.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI