Senin, 13 Juli 2026

Menelusuri Kisah di Balik Keberadaan Pintu Gerbang Majapahit di Kabupaten Pati, Konon Diwarnai Pertarungan dan Keterlibatan Sunan Muria?

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 10 Agustus 2024 | 14:00 WIB
Kompleks Pintu Gerbang Majapahit di Dukuh Randhole, Pati, Jawa Tengah.  (Instagram.com/@sleepyowlpati.)
Kompleks Pintu Gerbang Majapahit di Dukuh Randhole, Pati, Jawa Tengah. (Instagram.com/@sleepyowlpati.)

SketsaNusantara.id - Pintu Gerbang Majapahit adalah salah satu destinasi wisata sejarah di bumi Mina Tani atau lebih tepatnya di Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Selain sebagai wisata sejarah, Pintu Gerbang Majapahit juga menyuguhkan pemandangan indah yang bisa dinikmati dengan nyaman dan untuk berfoto-foto.

Pintu Gerbang Majapahit di Pati ini memperlihatkan sebuah seni peradaban tinggi yang berasal dari ratusan tahun yang lalu, dimana dahulu Kerajaan Majapahit menjadi negeri yang sangat maju di berbagai bidang.

Baca Juga: 6 Kota Paling Dingin di Indonesia: Bisa Jadi Destinasi Wisata untuk Segarkan Pikiran, Tertantang?

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa Majapahit merupakan salah satu kerajaan yang wilayah kekuasaannya hampir seluruh Nusantara dengan pusatnya di Jawa Timur.

Mungkin akan ada banyak pertanyaan mengenai bagaimana Pintu Gerbang Majapahit yang harusnya berada di Jawa Timur, namun justru sekarang di wilayah Pati, Jawa Tengah.

Berdasarkan cerita turun-temurun yang dikisahkan oleh masyarakat setempat, keberadaan Pintu Gerbang Majapahit ini ada kaitannya dengan Sunan Muria yang diketahui SketsaNusantara.id dari akun Tik-Tok @jalurrempahtempodoeleo1.

Baca Juga: Profil Kachina Ozora, Paskibraka Pembawa Sang Saka Merah Putih pada Kirab Bendera dari Jakarta Menuju ke IKN Kalimantan Timur Jelang HUT ke-79 RI

Selain itu, kisah tersebut juga akan berhubungan dengan penamaan Dukuh Dhole atau Randhole yang saat ini menjadi tempat Pintu Gerbang Majapahit berada.

Dikisahkan seorang laki-laki bernama Raden Bambang Kebo Nyabrang yang diketahui tidak pernah dianggap anak oleh Sunan Muria, karena sejak kecil diasuh oleh kakeknya.

Sunan Muria kemudian mengajukan syarat kepada Raden Bambang Kebo Nyabrang agar ia diakui sebagai putranya dengan cara membawa Pintu Gerbang Majapahit dari Mojokerto ke Gunung Muria hanya dalam waktu satu malam.

Baca Juga: Terletak di Pedalaman dan Terpelosok! Kota Modern di Papua Ini Lebih Maju Dibanding yang Lain di Indonesia, Bisa Tebak?

Sementara itu di tempat lain, tepatnya di Padepokan Sunang Ngerang dimana salah satu muridnya yang bernama Raden Ronggo ingin memperistri putri Sunan Ngerang yang bernama Roro Pujiwat.

Sunan Ngerang kemudian mengajukan syarat yang mirip dengan Sunan Muria tadi, yaitu harus memboyong Pintu Gerbang Majapahit ke Padepokan Ngerang.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X