jelajah

Menolak Lupa! Kilas Balik Tragedi Pengeboman Candi Borobudur 1985, Aksi Terorisme Tercela yang Meninggalkan Luka pada Warisan Budaya Dunia

Kamis, 8 Agustus 2024 | 21:30 WIB
Potret Candi Borobudur yang pernah jadi sasaran pengeboman teroris (X/CerebroHistoria)

Kelompok radikalisme ingin merusak simbol-simbol keagamaan seperti patung Buddha di Candi Borobudur yang dianggap sebagai lambang pemujaan alias.

Diduga kelompok ekstremis ingin merusak patung buddha yang dianggap sebagai berhala untuk mengikis praktek pemujaan terhadap dewa-dewa yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Baca Juga: Jadi Tugu Peringatan Kematian Raja Hayam Wuruk, Candi di Nganjuk Ini Telah Berubah Nama Sesuai Nama Desanya

Aksi pengeboman ini menuai reaksi keras sebagai aksi terorisme yang menimbulkan ketakutan publik serta menimbulkan kerusakan pada objek peninggalan sejarah yang seharusnya dilestarikan dengan baik.

Setelah menjalani penyelidikan, polisi akhirnya menangkap Abdulkadir bin Ali Alhabsyi dan Husein bin Ali Alhabsyi yang dituding sebagai pelaku dari aksi pengeboman Candi Borobudur.

Saat persidangan, Abdulkadir menyebut Muhammad Jawad sebagai otak pelaku pengeboman Candi Borobudur yang belum tertangkap hingga saat ini.

Peristiwa pengeboman Candi Borobudur menimbulkan dampak kerusakan yang cukup parah hingga dilakukan restorasi selama 6 bulan yang memakan biaya Rp16 juta pada tahun 1986.

Baca Juga: Di Mana Lokasi Candi Lor? Salah Satu Wisata Sejarah Peninggalan Mpu Sindok Tentang Cikal Bakal Sebuah Kabupaten

Aksi terorisme ini tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik pada candi tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi kebudayaan nusantara.

Serangan terhadap Candi Borobudur sebagai simbol kebanggaan nasional dianggap sebagai perusakan terhadap identitas budaya bangsa.

Tak hanya itu, pengeboman Candi Borobudur juga berdampak pada sektor pariwisata yang mengalami penurunan yang signifikan hingga berpengaruh pada ekonomi daerah.

Peristiwa pengeboman Candi Borobudur menjadi momen yang sangat disayangkan. Aksi terorisme tahun 1985 ini tidak hanya merusak bangunan sejarah, tetapi juga merusak nilai-nilai keberagaman hingga menimbulkan stigma negatit terhadap Islam.

Baca Juga: Siapa Minak Jinggo yang Jadi Nama Candi hingga Merek Rokok? Sering Dikaitkan dengan Majapahit, Ternyata cuma...

Aksi terorisme masih ada hingga saat ini dan pemahaman yang keliru oleh sekelompok kaum radikal bisa menjadi tantangan bangsa yang berpotensi merusak toleransi antar umat beragama sehingga harus dicegah terjadinya peristiwa serupa di masa depan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Tags

Terkini