jelajah

Menyusuri Jejak Sejarah di Rumah Karesidenan Kedu yang Jadi Saksi Bisu Penangkapan Pangeran Diponegoro, Bahkan Bekas Amarahnya Masih Ada?

Rabu, 7 Agustus 2024 | 13:30 WIB
Area kompleks rumah Karesidenan Kedu. (Instagram.com/@bolo.dupak0274.)

SketsaNusantara.id - Karesidenan Kedu merupakan sebuah wilayah satuan administrasi yang berlaku di Jawa Tengah pada masa penjajahan Hindia Belanda serta beberapa tahun setelahnya.

Ada sebuah bangunan rumah di sana yang dulunya adalah Kantor Karesidenan Kedu, letaknya berada di Kota Magelang dan menjadi salah satu peninggalan bersejarah.

Selain itu, rumah Karesidenan Kedu tersebut pernah menjadi tempat perundingan antara Pangeran Dipinegoro dengan Jenderal De Kock pada tanggal 28 Maret 1820 yang kebetulan di masa itu baru sehari setelah lebaran.

Baca Juga: Baboe di Zaman Belanda, Budak Jadi Pembantu Rumah Tangga! Bukan Hanya Wanita Dewasa, tapi Juga Anak-Anak

Pada masa sekarang, bekas rumah dari Karesidenan Kedu ini dijadikan area wisata sejarah dimana di dalamnya terdapat Museum Diponegoro, Monumen Bekas Kampus UGM, dan ada Museum BPK.

Tempat perundingan sekaligus penangkapan Pengeran Diponegoro itu, terdapat sebuah kursi yang masih terlihat bekas guratan tangan dari Pangeran Diponegoro, karena rasa marahnya terhadap Belanda sebagaimana dirangkum SketsaNusantara.id dari akun Tik-Tok @geja.pramono.

Bahkan, masih tersimpan pula jubah asli milik Pangeran Diponegoro dan lengkap dengan bercaknya yang diduga sebagai bercak milik salah satu pahlawan nasional tersebut. 

Baca Juga: Mengenal Ki Ageng Suryomentaram, Pangeran Kesultanan Yogyakarta yang Lebih Memilih Jadi Orang Biasa, Seorang Ahli Filsuf?

Penggambaran rumah Karesidenan Kedu ini juga bisa dilihat melalui lukisan karya dari Raden Saleh yang memperlihatkan penangkapan Pangeran Diponegoro yang akan diasingkan ke Makassar.

Benda-benda peninggalan di rumah itu menjadi saksi bisu atas peristiwa perundingan yang berujung penangkapan Pangeran Diponegoro, serta tanda bahwa Perang Jawa sudah berakhir.

Rumah tersebut tampak masih awet berdiri meskipun usianya sudah mencapai 200 tahun lebih, dan sekarang lebih banyak digunakan untuk event-event penting seperti pernikahan atau yang lainnya.

Baca Juga: Siapa Kyai Cinde Amoh? Menyusuri Jejak Perjalanan Menuju Makam Abdi Kinasih Sultan Agung yang Ternyata Menyimpan Banyak Kisah

Tetapi sangat disayangkan kalau kondisi kursi milik Pangeran Diponegoro terlihat buruk, karena rotan-rotannya yang dicabut paksa oleh oknum tak bertanggung jawab alias mencurinya.

Selain itu, area kompleks rumah ini juga menyuguhkan pemandangan yang sangat indah, dimana ada pegunungan Sumbing yang berada di sebelah barat Karesidenan Kedu.

Halaman:

Tags

Terkini