SketsaNusantara.id- Berdasarkan cerita turun temurun di masyarakat, Kyai Cinde Amoh disebut sebagai "Pekathik"atau tukang rumput bagi kuda-kuda milik Sultan Agung.
Silsilah keluarga Kyai Cinde Amoh sampai sekarang belum diketahui secara pasti, namun ia adalah abdi dalem kinasih yang sangat dekat dengan Sultan Agung.
Konon katanya, ia juga sering ikut melaksanakan Salat Jumat di Mekkah bersama dengan Sultan Agung.
Dilansir SektsaNusantara.id dari akun Tik Tok @shym.indonesia, letak makam Kyai Cinde Amoh ini bisa dijangkau dari sebelah gapura bagian barat dari makam raja-raja Mataram di Imogiri dan langsung berjalan ke arah utara.
Selama perjalanan, kita akan melewati banyak deretan pohon kepel dimana buahnya bisa mengharumkan tubuh dari bau keringat.
Melihat khasiat pohon kepel tersebut, akhirnya banyak digunakan sebagai deodoran para putri-putri keraton Mataram.
Perjalanan dengan berjalan kaki cukup melelahkan karena harus naik tangga ke puncak dan jaraknya yang lumayan jauh.
Kita juga bisa menemukan dinding tembok makam para raja dengan posisi tertinggi yang berada di sisi paling utara atau lebih tepatnya di belakang makam Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Pada hari-hari tertentu, tempat tersebut biasanya akan digunakan untuk sebuah ritual dengan tujuannya masing-masing.
Tempat makan Kyi Cinde Amoh yang terbilang cukup terisolir ini menyebabkan masih banyak orang yang belum mengetahui ada makam lainnya selain dari raja-raja Surakarta dan Yogyakarta.
Lokasinya yang jauh di belakang dibanding makam-makam utama sudah menunjukkan bahwa Kyai Cinde Amoh bukan bagian keluarga bangsawan, namun abdi dalem atau abdi kinasih atau bisa juga pengikut setia keluarga keraton.