SketsaNusantara.id - Kesultanan Bulungan mengalami sejarah mengerikan yang dikenal sebagai Tragedi Bultiken pada 3 Juli 1964.
Pada hari itu, istana megah di Kesultanan Bulungan diserbu oleh tentara dari satuan Brawijaya 5-17.
Istana Kesultanan Bulungan yang dulunya megah dibakar dan dijarah, sementara pemukiman dan rumah adat di sekitarnya juga hancur, seperti dikutip SketsaNusantara.id dari akun TikTok @resammelayu.
Sebelum penyerbuan, Sultan Bulungan menerima kunjungan dari dua pejabat militer, Letnan B. Simatupang dan Kapten Buntaran.
Keduanya datang dengan cara yang ramah dan tampak akrab.
Namun, keesokan harinya, operasi militer dimulai dengan tuduhan bahwa para bangsawan Bulungan hendak memberontak terhadap pemerintah Republik Indonesia.
Tuduhan ini disampaikan di depan warga yang baru saja dikumpulkan.
Walaupun banyak warga yang melihat kedatangan pejabat tersebut tidak percaya pada tuduhan itu, tragedi ini tetap terjadi.
Sekitar total 87 orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, dengan 37 orang di antaranya tewas.
Setelah tragedi, istana ditutup paksa, harta benda dijarah, dan banyak anggota keluarga kesultanan menghilang.
Baca Juga: Ijazah Sholawat Rezeki Diijazahkan dari KH Anwar Manshur: Bisakah jika Diam Saja Tanpa Usaha?
Pada 24 April 1964, Brigjen Soepardjo memerintahkan penangkapan semua bangsawan Bulungan.