Kedua putra mahkota Cirebon akhirnya dibebaskan oleh Pangeran Wangsakerta, adik mereka.
Untuk menghindari konflik antara saudara, Pangeran Wangsakerta memutuskan untuk melantik kedua putranya sebagai raja.
Baca Juga: Makam Ki Ageng Jejer Guru Sultan Agung: Tidak Mewah, tapi Jadi Pusat Peziarah Masyarakat di Bantul?
Martawijaya dan Kartawijaya kemudian memimpin Keraton Kanoman dan Keraton Kasepuhan, yang keduanya berasal dari Kesultanan Cirebon.
Makam Panembahan Girilaya di Pesarean Girilaya, Imogiri, Bantul, menjadi saksi bisu sejarah seorang raja Cirebon yang wafat dalam penahanan terhormat oleh mertuanya, Raja Mataram.
Kisahnya yang penuh liku menjadi bagian penting dari sejarah panjang Kesultanan Cirebon.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI