Hal itulah yang menyebabkan orang-orang membuat nasi kuning dengan bentuk kerucut sebagai ungkapan rasa terima kasih dan memohon keselamatan pada dewa-dewi.
Seiring dengan berkembangnya waktu dan Islam mulai masuk, masyarakat tetap membuat dan memakan nasi kuning, hanya saja doa dan makna penyajiannya diberikan unsur-unsur yang Islam.
Secara umum, nasi kuning disajikan dengan berbagai lauk pauk yang melimpah dan rasanya yang tidak kalah lezat, seperti telur, abon, tempe, dan laim sebagainya.
Pada masa sekarang, nasi kuning tidak hanya dihidangkan saat upacara adat saja, namun bisa dibuat secara pribadi ataupun memesannya untuk acara ulang tahun, pernikahan, peresmian, dan lain sebagainya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI