SketsaNusantara.id - Nasi kuning dikenal sebagai salah satu hidangan tradisional khas Indonesia yang bisa dijumpai dalam banyak acara-acara formal ataupun biasa.
Selain itu, nasi kuning menjadi kuliner yang paling populer di antara makanan lainnya dan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Nasi kuning sering kali disajikan dalam perayaan atau upacara adat, dan tersedianya kuliner ini ternyata sebagai ungkapan rasa syukur.
Berbagai penjuru daerah di Indonesia bisa dijumpai sajian nasi kuning yang gurih dan manis ini, di antaranya ada Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali, Manado, Banjar, dan lain sebagainya.
Nasi kuning diketahui berasal dari Pulau Jawa, dimana pembuatan warna kuningnya berasal dari pewarna alami yaitu kunyit yang diketahui SketsaNusantara.id dari kanal Youtube @Sang Musafir Putih.
Menurut masyarakat Jawa, warna kuning melambangkan emas yang berarti mempunyai arti sebagai simbol kekayaan.
Masyarakat mempercayai dan berharap, dari nasi kuning yang dihidangkan dapat membawa banyak berkah kekayaan dan kemakmuran dengan harta yang berlimpah.
Sementara itu dari kepercayaan masyarakat Bali, warna kuning juga dipandang sebagai warna yang keramat, sehingga makanan ini akan dimasak dan disajikan pada Hari Raya Kuningan.
Sejarah awal munculnya nasi kuning ternyata sudah ada sejak zaman kerajaan Hindu-Buddha masih berkembang di tanah Jawa.
Pada penyajiannya, nasi kuning sering dibuat dengan bentuk mengerucut yang menyerupai sebuah gunung atau sering disebut dengan tumpeng.
Menurut kepercayaan Hindu yang dianut oleh masyarakat zaman kerajaan dulu, dewa dan dewi banyak yang tinggal di kawasan pegunungan.