SketsaNusantara.id - Kelir dalam pewayangan memiliki peranan penting sebagai penimbul bayangan dalam pementasan wayang.
Keberadaan kelir harus diperhatikan dan diutamakan karena sangat dibutuhkan demi suksesnya sebuah pementasan wayang kulit.
Pementasan wayang kulit memberikan peranan penting bagi penontonnya karena menampilkan nilai-nilai kehidupan yang diperankan melalui peragaan wayang kulit.
Baca Juga: Arti Blencong dalam Pagelaran Wayang Kulit, Jadi Salah Satu Komponen yang Penting dan Wajib
Wayang kulit adalah salah satu peninggalan zaman dahulu yang dibawa oleh salah satu Wali Songo yaitu Sunan Kalijaga yang mana hingga kini masih bisa kita nikmati bersama.
Wayang kulit merupakan warisan budaya yang sudah berkembang dari waktu ke waktu dengan gaya inovasi sesuai tuntutan zaman.
Meskipun sudah berkembang, namun pergelaran wayang kulit seperti penggunaan kelir, blencong, serta boneka wayang kulit dan lain sebagainya masih tetap di lestarikan sebagi simbol tradisional dalam pementasan, meskipun zaman sudah modern.
Dilansir oleh SketsaNusantara.id dari Youtube Halo Edukasi, inilah makna kelir dalam pertunjukan wayang kulit.
Baca Juga: Bak Serial Avatar, Inilah 4 Elemen Semesta dalam Wayang Kulit Warisan Sunan Kalijaga
Kelir adalah layar putih lebar yang digunakan sebagai tempat pertunjukan wayang, yang biasanya terbuat dari kain mori berwarna putih yang dibentangkan dalam papan sebagai media pertunjukan wayang.
Pemilihan kain ini bertujuan bila nanti saat wayang ditempelkan di kelir maka wayang akan tetap berdiri kokoh tanpa takut akan bergeser ke kanan dan kiri.
Para penonton akan melihat pertunjukan wayang dari balik kelir yang disorot lampu pada wayang yang memberikan bayangan sebagai kesan bahwa wayang seakan akan hidup.
Dalam pewayangan kelir memiliki makna langit atau angkasa sebagai pembatas antara dalang yang menggerakkan wayang dengan para penonton.