jelajah

Kisah Nyai Pandansari Adik Sunan Pandanaran II atau Sunan Tembayat, Konon Katanya Miliki Kekuatan yang Berhubungan dengan Sumber Mata Air?

Selasa, 30 Juli 2024 | 13:00 WIB
Ilustrasi Nyai Pandansari atau Putri Boja di Syawalan Desa Boja. (Instagram.com/@karnavalboja.)

SketsaNusantara.id - Nyai Pandansari atau dikenal juga dengan nama Nyai Dapu (Putri Boja) merupakan adik kandung dari Ki Ageng Pandanaran atau Sunan Pandanaran II atau biasa dipanggil Sunan Tembayat.

Sepeninggal sang kakak yang diperintahkan oleh Sunan Kalijaga untuk pergi ke daerah selatan yakni kawasan Tembayat, Nyai Pandansari mempunyai keinginan untuk untuk menyusul jejaknya.

Sunan Pandanaran II hanya berpesan kepada Nyai Pandansari, bahwa ia akan menyebarkan agama Islam di daerah selatan.

Baca Juga: Siapa Bong Swi Hoo? Wali Asal Tionghoa yang Turut Menyebarkan Agama Islam, Benarkah Sunan Ampel?

Menurut pemahamannya, daerah selatan yang menjadi tempat kakaknya berada tersebut bernama Blimbing Segulung, dan ia memutuskan pergi ke sana bersama para pengawal serta abdinya yakni Wonobodro dan Wonosari.

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal Youtube @Yohan Syah Naration, setelah melakukan perjalanan cukup lama, Nyai Pandansari dan rombongannya sampai di tempat yang dituju dan menemukan sebuah perguruan atau pondok pesantren dengan pemimpinnya bernama Ki Jiwaraga.

Nyai Pandansari kemudian memutuskan untuk diangkat menjadi murid di perguruan tersebut dan diterima dengan senang hati oleh Ki Jiwaraga.

Baca Juga: Beginilah Sejarah Kemunculan Perkedel dalam Hidangan Khas Masyarakat Indonesia, Awal Bahan Utamanya Bukan Kentang?

Hingga suatu waktu ada seorang pemuda yang gagah datang ke perguruan milik Ki Jiwaraga yang ternyata utusan dari Keraton Cirebon dengan tujuan untuk belajar ilmu keislaman bernama Ki Ageng Dapuraja dan konon katanya masih keturunan Sultan Cirebon.

Lambat laun karena sering bertemunya Ki Ageng Dapuraja dengan Nyai Pandansari, mereka kemudian saling menyukai dan akhirnya dinikahkan atas restu dari Ki Jiwaraga.

Selanjutnya, kedua pasangan itu memilih untuk hidup mandiri dan  berpamitan kepada Ki Jiwaraga menuju daerah sebelah utara bersama pengawal dan abdinya.

Baca Juga: Arti Blencong dalam Pagelaran Wayang Kulit, Jadi Salah Satu Komponen yang Penting dan Wajib

Mereka membuka daerah baru usai sampai di utara yang saat ini dinamakan Dusun Sedapu, Desa Kaliputih, Kecamatan Singorojo dan menjadikannya sebagai tempat tinggal dengan membangun rumah sekaligus menyebarkan Islam.

Ternyata di tempat barunya itu, mereka banyak mengalami kesulitan untuk mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Halaman:

Tags

Terkini