SketsaNusantara.id - Bubur sumsum merupakan salah satu makanan manis yang menjadi ciri khas kuliner tradisional Indonesia.
Penamaan bubur sumsum diketahui berasal dari warna pada bubur tersebut yaitu putih yang diibaratkan seperti warna sumsum tulang.
Awal mula munculnya bubur sumsum ada kaitannya kepentingan politik dengan para penjajah Belanda yang dulu menguasai Indonesia.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal Youtube @Intisari Online, pada abad ke-17, orang-orang Belanda banyak melakukan perampasan pada tanah-tanah milik rakyat yang akhirnya menyebabkan mereka harus kehilangan tanah dan pendapatannya untuk membeli makanan pokok seperti beras.
Masyarakat Indonesia pun mencari ide lainnya sebagai alternatif pengganti makanan pokok tersebut dengan membuat bubur.
Secara umum, posisi bubur di Indonesia juga lebih rendah jika dibandingkan dengan nasi karena bentuknya hanya makanan pengganti saja.
Hal tersebut juga menunjukkan bahwa bubur sumsum yang rasanya manis, lebih merujuk pada keterbatasan dan kesederhaan masyarakat Indonesia.
Selain itu, sejarah bubur yang mempunyai campuran daging dan rasanya asin juga cenderung agak sulit untuk menemukan asal-usulnya.
Seiring perkembangan waktu, bubur sumsum menampilkan fungsinya yang lain yakni sebagai bentuk ucapan terima kasih.
Terima kasih di sini ditujukan oleh seorang pemilik hajatan kepada sanak keluarga, kerabat, tetangga atau lainnya yang sudah membantu acara tersebut sampai selesai.
Ucapan terima kasih tersebut menjadi sebuah simbol pada seseorang yang sudah menguras tenaganya untuk bekerja di suatu hajatan besar, diantaranya hajatan pernikahan dan sunatan.