SketsaNusantara.id – Syaikhona Kholil Bangkalan merupakan seorang ulama besar yang berasal dari pulau Madura dan lahir pada 1 Jumadil Akhir 1235 H.
Sosok yang dikenal sebagai Mbah Kholil ini mempunyai ayah yang bernama KH. Abdul Lathif dan memiliki keturunan dari Sunan Gunung Jati.
Sedangkan, ayah dari Kyai Hamim yang merupakan anak dari Kyai Abdul Karim seorang putra dari Kiai Muharram bin Kyai Asror Karomah bin Kyai Abdullah bin Sayyid Sulaiman.
Diketahui, Sayyid Sulaiman merupakan seorang cucu dari Sunan Gunung Jati. Maka dari itu, KH. Abdul Lathif mengharapkan memiliki putra seperti Sunan Gunung Jati.
Ketika masih kecil, Syaikhona Kholil Bangkalan memiliki bakat yang sangat menonjol di bidang ilmu fiqih dan nahwu. Ia juga menghafal Nadhom Alfiyah Ibnu Malik.
Pada saat umur 30-an tahun, ia belajar keilmuan agama Islam kepada Kyai Muhammad Nur dan belajar di Pesantren Langitan serta Pondok Pesantren Cangaan.
Setelah itu, ia pindah ke Pondok Pesantren Keboncandi.Selama di sana, ia belajar kepada Kyai Nur Hasan yang tinggal di Sidogiri.
Mbah Kholil dikenal sebagai sosok yang mandiri meskipun dari keluarga yang berada. Diketahui selama ia belajar di Pondok Pesantren Keboncandi, ia bekerja sampingan sebagai buruh batik sehingga ia bisa memenuhi kebutuhannya.
Dilansir dari ASKAMZA channel oleh SketsaNusantara.id, tak hanya belajar di berbagai pondok pesantren, ia juga pernah menimba ilmu di Mekkah.
Sesampainya ia di sana, ia belajar kepada Syeikh Nawawi al-Bantani dan juga bertemu dengan ulama lainnya seperti Syeikh Utsman bin Hasan ad-Dimyathi, dan Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan.
Ia belajar berbagai madzhab dari para syaikh dan ulama yang mengajar di Masjid al-Haram termasuk belajar kepada syaikh atau ulama yang bermadzhab syafi’i.