Diketahui, ia bersama dua ulama lainnya yaitu Syeikh Nawawi al-Bantani dan Syeikh Shaleh as-Samarani menyusun kaidah penulisan dari Huruf Arab Pegon. Huruf Arab Pegon.
Pada saat kembali ke Tanah Air, Syaikhona Kholil menjadi seorang ahli fiqih dan tarekat. Selain itu, ia mendirikan pondok pesantren di Kademangan dan memiliki santri dari berbagai penjuru.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Mengulik Kisah Laskar Sabilillah, Kelompok Kelaskaran yang Dipimpin Tokoh Ulama Pejuang dari Jawa Timur
Siapa Kyai Syafi'i Pijoro Negoro? 5 Fakta Ulama Nusantara Pengasuh Ponpes Usia 415 Tahun di Semarang
13 Tokoh NU Pendiri PMII Selain KH Chalid Mawardi, Ada Anak Ulama Asal Malang yang Jarang Disebut, Siapa?
Mengulik Kisah KH Imam Zarkasyi, Ulama Besar Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor yang Punya Pemikiran Melampaui Zaman
4 Kyai yang Menolak Seikerei Zaman Jepang hingga Ditangkap dan Disiksa, Ada Ayah Buya Hamka hingga Ulama NU
Siapa Kyai Zainal Mustafa? 5 Fakta Ulama dan Pejuang Tasikmalaya yang Menentang Jepang, jadi Inspirasi Ridwan Kamil
Ulama ini Jadi Salah Satu Tokoh Pejuang Kemerdekaan, Salah Satu Pendiri Laskar Hizbullah Mojokerto