SketsaNusantara.id - Surastri Karma Trimurti atau SK Trimurti adalah sosok pejuang hak perempuan juga sekaligus figur pahlawan wanita yang turut andil dalam proses Kemerdekaan Indonesia.
Salah satu pahlawan perempuan yang sangat berjasa dalam proses pendidikan anak-anak, SK Trimurti mengawali karirnya menjadi seorang pendidik di berbagai Sekolah Dasar.
Sosoknya lebih dikenal sebagai seorang jurnalis handal di Indonesia yang juga seorang istri dari pengetik naskah teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Youtube NadyaEDU, inilah sosok SK Trimurti seorang pejuang yang telah memperjuangan hak-hak perempuan.
SK Trimurti atau Surastri Karma Trimurti lahir di Desa Boyolali, Karesidenan, Surakarta pada tanggal 11 Mei 1912 dan wafat pada tanggal 20 Mei 2008 dalam usia 96 tahun dan dimakamkan Taman Makam Pahlawan Kalibata.
SK Trimurti merupakan istri dari Sayuti Melik pengetik naskah Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945.
Pada saat pengibaran Bendera Merah Putih pada tanggal 17 Agustus 1945, SK Trimurti juga ikut serta dalam proses pengibaran bendera pusaka.
Diketahui dalam tayangan tersebut, SK Trimurti awalnya juga pernah menjadi seorang Guru Dasar yang mengajar di berbagai daerah sekitar tahun 1930 an.
Sebagaimana kisah pejuang lain, SK Trimurti juga pernah ditangkap oleh Belanda tahun 1936 yang kemudian dipenjarakan di Bulu, Semarang karena telah mendistribusikan tulisan dari selebaran anti kolonial.
Baca Juga: Akhir Kisah Heroik Laksamana Malahayati, Pahlawan Nasional dari Aceh, Benarkah Gugur saat Perang?
SK Trimurti lahir dari kalangan priyayi yang mana memiliki hidup yang berbeda, hal itu tidak membuatnya menjadi abdi keraton atau pegawai negeri sipil pada kala itu.
SK Trimurti lebih memilih hidup dengan kesederhanaan yang penuh makna dan memutuskan untuk turut berjuang demi kemerdekaan dan melawan segala penindasan melalui tulisannya.
Setelah berkiprah di dunia pendidikan, SK Trimurti kemudian melanjutkan langkah menjadi seorang wartawan di surat kabar terkenal bersama sang suami dengan menerbitkan Koran Pesat.