SketsaNusantara.id - Abah Yat begitulah sapaan dari ulama karismatik yang memiliki andil besar dalam perjuangan kemerdekaan khususnya di Mojokerto, Jawa Timur.
Dilansir SketsaNusantara.id dari YouTube Mutiara Hikmah, Abah Yat memiliki nama asli KH Ahyat Halimy, merupakan ulama yang lahir tahun 1918 dari pasangan Hj Marfu’ah dan H Abdul Halim.
Abah Yat berjasa besar dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari tentara sekutu yang datang kembali untuk menjajah Indonesia.
KH Ahyat Halimy memiliki background pendidikan dari kalangan pesantren, karena setelah selesai Sekolah Rakyat (SR) Miji, langsung melanjutkan ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.
Bahkan beliau sempat mendapat pengajaran dari pendiri NU KH Hasyim Asy’ari serta dari putranya KH Wahid Hasyim.
Menjelang Perang Dunia II, Abah Yat selesai studi di Pondok Tebu Ireng dan kemudian mendirikan Ansoru Nahdlatoel Oelama (ANO) dan menjadi ketua umumnya.
Selain itu, beliau juga menjadi Sekretaris Tanfidziyah NU Mojokerto padahal usia beliau baru mencapai 20 tahun.
Ketika kedatangan Jepang, KH Ahyat Halimy menggalang dukungan rekan-rekannya untuk mendirikan laskar Hizbullah dengan tujuan melawan penjajahan.
Ketika Sekutu mendapat di Surabaya, KH Ahyat Halimy beserta laskar Hizbullah berangkat ke Surabaya atas restu dan resolusi jihad dari KH Hasyim Asy’ari.
Bahkan beliau bahu membahu bersama berbagai laskar pejuang lainnya berusaha untuk menghentikan tentara Sekutu yang semakin maju.
Berakhirnya perang kemerdekaan menjadikan Abah Yat kembali berjihad dengan berdakwah dan mendirikan pesantren.