SketsaNusantara.id – Sendang kasihan adalah sebuah peninggalan dan petilasan dari Sunan Kalijaga pada abad 15 masehi.
Sendang kasihan memiliki nama lain yakni Sendang Pengasihan.
Adanya peninggalan ini berawal saat Sunan Kalijaga berdakwah Islam di Jawa yang pernah bertemu seorang wanita tua Mbok Rondo Kasihan.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata di Klaten Tahun 2024, Jadi Tempat Nyaman untuk Liburan Panjang atau Akhir Pekan
Ketika itu, Mbok Rondo Kasihan membawa kendi demi mencari air di sungai, karena di wilayah tersebut sedang mengalami kesulitan dan kekurangan air.
Merasa iba dan kasihan melihat Mbok Rondo, Sunan Kalijaga menancapkan tongkat ke tanah dan seketika muncul sumber mata air yang menjelma sebagai sendang.
Kini, masyarakat menyebut sendang tersebut dengan nama Sendang Kasihan atau Sendang Pengasihan.
Sendang ini pada awalnya merupakan sebuah kolam kecil yang berada di bawah sebuah pohon besar.
Namun, karena banyaknya orang yang datang untuk mengunjungi Sendang Kasihan ini, akhirnya di tahun 1923 sendang ini dibangun Mbah Iro Diwiryo dan direnovasi oleh Pemkab Bantul, Yogyakarta.
Dilansir oleh SketsaNusantara.id dari YouTube Andy Jogja, pada zaman dahulu, sendang ini konon pernah digunakan untuk mandi dan berendam oleh Putri Panembahan Senopati yang bernama Roro Retno Pembayun.
Ketika itu, Roro Retno Pembayun melakukan sebuah tugas dari Panembahan Senopati untuk memikat hati Ki Ageng Mangir yaitu seorang tokoh sakti di Dusun Mangir yang dianggap tidak mau tunduk kepada Kerajaan Mataram Islam.