SketsaNusantara.id - Sersan Jesajas Pongoh adalah Serdadu Koninklijk Nederlands Indische Leger (KNIL) yang punya banyak bintang penghormatan dan juga pernah terlibat dalam berbagai operasi militer.
Sersan Jesajas Pongoh merupakan orang yang mempunyai jasa dalam pengejaran dan pelumpuhan Sisingamangaradja bersama para serdadu lain yang gagah berani.
Jesajas Pongoh berasal dari Manado yang juga mendapatkan berbagai penghargaan kehormatan tingkat 3 dalam pertempuran Aceh pada tahun 1896-1900.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Youtube Minahasa Waya, inilah sosok Sersan Jesajas Pongoh seorang Serdadu asal Manado yang gagah berani.
Jesajas Pongoh lahir di Air Madidi, Selatan Manado, Sulawesi Utara tanggal 7 Mei 1878 dan meninggal pada 11 Oktober 1934 di rumah sakit militer Betawi dan dimakamkan di Petamburan Jakarta.
Ketika berusia 19 tahun Pongoh memutuskan untuk mendaftar Serdadu Hindia Belanda, Pongoh dikenal sebagai pribadi rajin dan juga berkelakuan baik.
Akibat kelakuan baik itu, Pongoh pada tahun 1898 ditempatkan pada Batalayon ke-6 di Aceh yang kemudian jeda setahun Pongah dipindahkan dan bergabung dengan Korps Marsose.
Pemindahan itu adalah tanda penghormatan yang pada zaman dahulu banyak di cita-citakan para serdadu.
Karirnya dalam dunia militer dimulainya dari bawah yaitu dengan ikut berbagai operasi militer salah satunya di Aceh sebuah organisasi pasukan khusus anti gerilya KNIL.
Pada tanggal 26 Oktober 1934 setelah berbagai operasi militer yang dilakukannya akhirnya Pongoh pun naik pangkat menjadi sersan kelas dua.
Pada saat Sisingamangaradja XII masih berperang dengan pemerintah Kolonial Hindia Belanda, KNIL mengerahkan satu pasukan bersama Sersan Pongoh untuk melumpuhkannya.
Pada saat itu Sersan Pongoh menjadi terkenal dan banyak mendapatkan bintang karena telah berhasil melumpuhkan Sisingamangaraja XII.