SketsaNusantara.id - Keris Kyai Nogo Siluman, salah satu pusaka milik Pangeran Diponegoro, akhirnya kembali ke Indonesia setelah lama disimpan di Belanda.
Keris ini memiliki nilai sejarah yang besar, karena Pangeran Diponegoro adalah pahlawan nasional yang memimpin Perang Diponegoro melawan pemerintah Hindia Belanda dari tahun 1825 hingga 1830.
Perang Diponegoro adalah salah satu pertempuran besar antara rakyat Jawa dan Belanda, keris Kyai Nogo Siluman Pangeran Diponegoro pernah menjadi andalan dalam perang tersebut.
Baca Juga: Kesesatan Siti Jenar Dibongkar Gus Baha: Ada yang Tidak Disadari Syekh Lemah Abang
Perlawanan yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro ini berlangsung selama lima tahun dan sangat mempengaruhi sejarah Indonesia.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, saat perang berakhir, Pangeran Diponegoro menyerahkan kerisnya kepada Hendrik Merkus de Kock, letnan gubernur jenderal Hindia Belanda.
Setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1949, mereka berjanji untuk mengembalikan barang-barang peninggalan Pangeran Diponegoro, termasuk keris Kyai Nogo Siluman.
Pada tahun 1968, perjanjian budaya dibuat dan pada tahun 1975, barang-barang yang akan dikembalikan mulai didaftarkan.
Sayangnya, ketika barang-barang tersebut dikembalikan, keris Kyai Nogo Siluman tidak termasuk di dalamnya.
Pada tahun 2020, setelah 45 tahun menunggu, Belanda akhirnya mengembalikan keris Kyai Nogo Siluman ke Indonesia.
Sebelumnya, keris ini disimpan di Museum Etnologi Belanda.