SketsaNusantara.id - Wedang ronde adalah salah satu jenis minuman tradisional khas Indonesia khususnya Jawa yang sering dijajakan pada malam hari.
Banyak restoran dan tempat makan yang menyajikan wedang ronde sebagai penghangat tubuh.
Hal tersebut karena wedang ronde dibuat dari bahan dan rasa yang cocok dengan cuaca dingin di malam hari, sehingga bisa menghangatkan dan menyehatkan tubuh.
Mengenai asal-usul wedang ronde, pada awalnya ternyata minuman hangat ini bukan dari Indonesia, namun dari Cina.
Penyebutan asli wedang ronde di Cina adalah "Tung Yuan" yang artinya adalah bola sup.
Minuman hangat ini dibawa dan diperkenalkan oleh sebuah keluarga Cina yang berpindah ke Indonesia sebelum masa pemerintahan Belanda.
Wedang ronde juga sering kali disajikan pada acara festival lampion di setiap tanggal 15 sesuai kalender Imlek pada bulan pertama, yang artinya sebuah tanda perayaan tahun baru sudah berakhir.
Setelah minuman hangat tersebut menyebar di kalangan masyarakat Indonesia, banyak yang memodifikasinya agar sesuai dengan lidah lokal orang setempat.
Terjadi akulturasi atau penyesuaian kebudayaan antara Cina dengan Indonesia pada sajian wedang ronde.
Wedang ronde pertama kali mulai terkenal di kawasan Jawa Tengah seperti Kota Solo dan Salatiga.
Dilansir SketsaNusantara.id dari website budaya-indonesia.org, penyebutan wedang ronde berasal dari bahasa Jawa yaitu "Wedang" yang memiliki arti minuman dan "Ronde" berarti adonan bulat yang biasanya terbuat dari tepung ketan.